BMKG: La Nina Pengaruhi Curah Hujan Naik 20 – 40 Persen, Waspada Bencana Alam

by
Indonesia

TEMANGGUNG, CILACAP.INFO – Sejumlah wilayah di Indonesia telah diguyur Hujan dari sedang hingga tinggi, Bahkan berdampak terjadinya Banjir dan Longsor, seperti di Sukabumi dan Garut baru-baru ini.

Hal itu disinyalir karena adanya fenomena La Nina di Indonesia, seperti yang dikatakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Berdasarkan keterangannya dalam rilis BMKG.GO.ID, bahwa kondisi tersebut dapat berpotensi meningkatnya curah hujan 20%-40% di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan presiden pun sudah mengingatkan untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh dampak adanya La Nina.

“BMKG sudah menghitung seberapa besar dampak La Nina terhadap potensi peningkatan curah hujan, termasuk di wilayah Jawa. yang akan mengalami kenaikan 20% – 40% tersebut sebagian besar di wilayah Jawa bagian selatan dan timur. Untuk wilayah Temanggung, alhamdulillah Pak Bupati, peningkatannya tidak signifikan. Namun meskipun begitu tetap harus waspada, karena tanpa La Nina pun curah hujan bulanan di Wilayah Kabupaten Temanggung termasuk kategori tinggi, sehingga beberapa titik di wilayah Temanggung rawan longsor saat musim hujan, terutama pada lereng-lereng gunung/pegunungan.” Jelas Dwikorita di Temanggung.

Lebih lanjut, Dwikorita menegaskan “Berdasarkan informasi tersebut maka perlu diwaspadai bersama potensi curah hujan yang akan terjadi dan dampaknya terhadap kegiatan pertanian. Sehingga penting kiranya untuk dapat melakukan perencanaan dan upaya intervensi untuk mencegah kerusakan maupun dampak lainnya. Sehingga produksi pertanian dapat tumbuh secara optimal.” Ucapnya.

Sebelumnya, BMKG juga merilis tentang La Nina, bahwa Hingga akhir September 2020 lalu pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang.

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina. Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada bulan September 2020.

Komentar