Buaya Nusakambangan Exist Lagi, Kali Ini Muncul di Depan Para Pemancing

Buaya Muara Kampung Laut Cilacap
Buaya Muara Kampung Laut Cilacap

Keberadaan Buaya diperairan Laut Cilacap akhir-akhir ini hangat diperbincangkan, dari munculnya di dekat dermaga Wijayapura, Holcim, kini (PT. Bangun Indonesia) hingga di Laguna Segara Anakan Kampung Laut.

Sebelumnya sekitar 7 (tujuh) ekor buaya Muara muncul di Peraiaran Cilacap dekat pantai teluk penyu.

Dari laporan BKSDA, kemunculan predator air yang ganas itu berasal dari Hutan Mangrove Kampung Laut.

Hal itu diperkuat dari video yang beredar, saat para penumpang perahu berhasil mengabadikan moment ketika mereka menjumpai 2 ekor buaya di Tegong Cadar terobasan ke desa Klaces di Laguna Segara Anakan Kecamatan Kampung Laut.

Namun masyarakat yang sering melintas di lokasi bernama Tikungan Buaya tersebut mengatakan bahwa sudah ada sejak lama.

"Kawasan Tikungan Buaya ini lokasinya di Tegong Cadar, sudah ada dari dulu, tapi baru-baru ini senter karena efek kamera," Tulis akun pemilik blog Kutawaru Bersatu beberapa pekan lalu.

Sedangkan kali ini, para pemancing yang berasal dari Purwokerto dan pengemudi Perahu Sentolo Kawat dibuat kocar-kacir karena kemunculan buaya muara bahkan didekati predator air yang ganas itu.

Para Pemancing itu memang terbiasa mancing di selat, untuk menjangkau spot pemancingan maka dibutuhkan kapal atau jasa angkutan air.

Mereka menyewa perahu, namun ketika sampai muara dari kejauhan sudah terlihat ada buaya. Bukannya takut akan keberadaan manusia, malah sang Predator Air yang ganas itu justru mendekati perahu yang ditumpangi para pemancing, sontak para pemancing dan pengemudi perahu dibuat ketakutan dan kepanikan.

Ketua Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Kabupaten Cilacap, Tarmuji:

"Buayanya mendekat ke perahu. Karena teramat panik, maka buaya itu tidak didokumentasikan," Ungkapnya seperti yang dilansir dari liputan6.

Lebih lanjut, keberadaan dan kemunculan buaya itu berlokasi di kawasan yang sering digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, memasang jaring, dan memancing, maka nelayan dan juga masyarakat merasa resah, kuatir apabila buaya-buaya itu sewaktu-waktu menyerang manusia.

"Lokasinya ini berada di area yang biasanya digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, memasang jaring, jadi hal ini tentu meresahkan, ditambah kini adalah hari libur, para wisatawan banyak berkunjung, jadi harus waspada. Kemungkinan buaya-buaya tersebut lapar, sehingga tidak takut dengan keberadaan manusia," Jelas Tarmuji.


Penulis : hasan
Editor : bayu

Author Info

Jumlah Artikel 210 Pos