BPBD Cilacap Imbau Jangan Panik terkait Gempa disertai Tsunami

pusat titik gempa di cilacap
pusat titik gempa di cilacap (Antara)

Cilacap.info — Masyakarat merasa resah setelah adanya kabar yang telah beredar di internet mengenai Potensi adanya Gempa dan Tsunami dari mulai Cilacap hingga Banyuwangi.

Hal tersebut bermula dari sebuah informasi yang didapat dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Dr. Widjo Kongko selaku pakar Tsunami.

Ia menjelaskan secara detail bahwasanya dari mulai Cilacap Jawa Tengah hingga Banyuwangi Jawa Timur merupakan titik megathrust.

Dimana diketahui, Cilacap adalah salah satu kabupaten yang rawan akan gempa bumi bahkan menempati peringkat pertama di jawa tengah.

Sedangkan penjelasan dari pakar Tsunami BPPT mengatakan hanya permodelan gempa sehingga belum tentu benar. Namun masyarakat dihimbau untuk tetap waspada, meskipun memang sebuah bencana seperti gempa bumi dan tsunami tidak bisa diprediksi.

BPBD Cilacap Imbau Jangan Panik terkait Gempa disertai Tsunami

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan. Masyarakat dalam menanggapi adanya berita terkait Gempa 8,8 SR dengan disertai Potensi Tsunami diharapkan untuk tetap tenang menanggapinya. Karena informasi tersebut merupan permodelan dari BPPT.

“Sebaiknya, dalam menanggapi informasi atau berita yang beredar terkait adanya Gempa 8,8 SR disertai Tsunami hingga sejauh 4 KM dari bibir pantai, masyarakat harus bijak dalam menanggapinya dan tetap tenang.” Kata Tri didampingi Kabid Pengelolaan Informasi dan Pengembangan Komunikasi Pubik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Sukaryanto, Jumat (19/7/2019).

Selain mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, Tri juga mengatakan bahwa tetap waspada 7×24 jam.

“Meski gempa tidak bisa diprediksi, namun Kita harus tetap siap siaga 7×24 jam. Pasalnya Cilacap memang daerah rawan gempa bumi bahkan menempati peringkat pertama. Jadi, kami dari BPBD Cilacap akan terus mengedukasi masyarakat. Seperti melakukan evakuasi mandiri dalam berbagai peristiwa bencana alam. Hal ini guna mencegah adanya korban jiwa karena gempa bumi bisa terjadi kapan saja,” Imbuh Tri.

Adapun Tri Komara Sidhy berbagi tips untuk masyarakat dalam melakukan persiapan evakuasi yang dilakukan secara mandiri. Yakni diantaranya membiarkan kunci rumah untuk tetap tergantung di tempatnya, menyediakan senter atau alat penerangan darurat di dekat tempat tidur. Lampu gantung juga dapat menjadi alat deteksi awal apabila terjadi gempa bumi di malam hari.

“Untuk kesiagapan, maka simpan barang-barang berharga didalam tas dan simpan dokumen-dokumen penting didalamnya. Serta Tiap wilayah RT juga dapat melestarikan tradisi titir kentongan sebagai peringatan adanya bahaya di sekitar lingkungannya,” Terang tri.


Penulis : hasan
Editor : bayu
Jumlah Artikel 366 Pos