Pelarangan Pakan AGP tidak Dibarengi dengan Solusi Alternatif

Ilustrasi Antibiotic Growth Promoters.jpg
Ilustrasi Antibiotic Growth Promoters.jpg

Cilacap.info — Para pemilik kandang ayam yang diisi dari perusahaan Poultry Shop merasa pertumbuhan ayam berkurang semenjak dilarang penggunaan AGP.

Biasanya umur ayam pedaging berjenis Broiler bobot saat memasuki hari ke-27 bisa mencapai rata-rata 1.2 kg/per ekor. Namun kini semenjak dilarangnya penggunaan AGP, dirasakan para peternak bahwa pertumbuhan ayam berkurang dan relatif lebih lama jangka waktunya.

Dari Perusahaan Poultry Shop yang biasanya memanen ayam di kandang-kandang peternak sekitar umur tersebut pada akhirnya mengalami gulung tikar. Dikarenakan pertumbuhan ayam lebih lama dari biasanya dan dari faktor pakan pun otomatis bertambah.

Selain daripada itu, ayam juga mudah terserang penyakit semenjak dilarangnya pakan AGP (Antibiotic Growth Promoters) pada awal tahun 2018 lalu.

Pelarangan AGP ini dilandaskan berdasarkan UU yang ada yakni No 18 tahun 2009 jucto No 41 tahun 2014 yang berisi Kesehatan Peternakan Hewan. Didalam Pasal 22 ayat 4 C juga dikatakan bahwa. “Setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan atau antibiotik dalam imbuhan pakan”. Larangan itupun merupakan standart internasional.

Tampaknya Pencegahan AGP yang tujuannya baik guna mengantisipasi terjadinya gangguan yang dialami oleh manusia itu tidak dibarengi dengan solusi pengganti alternatif.

Kondisi seperti itu, dimana harga bibit (DOC) dan Pakan Naik, sedangkan harga ayam dari kandang sangat murah, membuat sejumlah perusahaan ayam seperti Poultry Shop menjerit.


Penulis : ayu
Editor : bayu
Jumlah Artikel 40 Pos