Mini Drama Walisongo dalam Moment Pelepasan SD IT Buah Hati Cilacap

sd it buah hati cilacap
sd it buah hati cilacap

Cilacap.info — Negera Indonesia lahir dari nilai-nilai historis akan Adat dan Budaya. Begitu juga kisah akan awal mula penyebaran islam di nusantara.

Jalan panjang Penyebaran Islam di indonesia hingga menjadikan negeri ini adalah negara dengan jumlah penduduk yang mayoritas muslim terbanyak didunia. Ada peran dari para tokoh-tokoh islam. Tokoh ini pun dikenal dengan sembilan Wali tanah jawa (Walisongo).

Atas pernanan ke sembilan wali itu. Maka di sekolah dan di pesantren serta di Sekolah-Sekolah Tinggi (Universitas) Islam selalu ada kisah atau cerita mengenai sejarah walisongo tersebut.

Dengan sejarah penyebaran islam di indonesia itu, maka siswa-siswi SD IT Cilacap juga ingin memunculkan kisah sejarahnya. Hal itu dilakukan oleh para siswa dengan memainkan peran walisongo dalam sebuah drama mini berdurasi sekira 50 menit.

Drama mini tersebut merupakan Momentum pelesapan siswa-siswi SD Islam Terpadu kelas enam (Akhirussanah) di Graha Pemuda Bercahaya. Minggu (23/6/2019).

Acara pelepasan bertemakan “Harmoni Budaya Nusantara” itu berjalan mengisahkan sejarah walisongo menyebarkan Islam di bumi pertiwi. Kemudian sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu atau acara penting. Yakni mengisahkan mula-mulanya pembuatan Masjid Demak yang merupakan simbol keberhasilan para walisongo menyebarluaskan agama islam di tanah jawa.

Kepala SD IT Buah Hati Cilacap, Suliastiana mengungkapkan bahwa mini drama perjuangan walisongo tersebut sangat menginspirasi. Dimana pihaknya bersama Komite dan Yayasan juga penuh perjuangan untuk membangun Masjid di Komplek sekolah SD IT Buah Hati.

“Drama ini, puncaknya pembangunan masjid demak oleh walisongo sangat menginspirasi kami, dimana kami dan juga yayasan bersama komite sedang menyelesaikan pembangunan sebuah Masjid di SD IT Buah Hati Cilacap,” Ungkap Sulistiana.

Keteladanan Walisongo dalam Mensiarkan Islam

Sulistiana melanjutkan cerita tentang tema yang diusung pada acara kali ini yang telah ke empat kali. Ia menjelaskan nama itu dipilih karena memang negara ini (indonesia) memiliki keanekaragaman dan kekayaan akan budayanya.

“Tema yang kami usung merupakan gambaran wajah indonesia. Maka di dalam gedung ini, kami juga menyatukan unsur Nusantara dan juga China,” Kata Sulis.

“Inilah proses dalam mensiarkan islam yang dilakukan oleh walisongo. Sehingga peranan dan kisah walisongo tersebut merupakan Keteladanan yang sangat menginspirasi kami,” Imbuhnya.


Penulis : hasan
Editor : bayu
Jumlah Artikel 352 Pos