oleh

Belajar Menjadi Jurnalis dari Mahbub Djunaidi

CILACAP.INFO – Siapa yang tidak mengenal sosok Mahbub Djunaidi, selain seorang aktivis pergerakan mahasiswa, beliau juga merupakan seorang jurnalis.

Dikalangan mahasiswa-mahasiswi khususnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sosok Mahbub Djunaidi tidaklah asing.

Kisah dan Kiprahnya dalam dunia tulis menulis juga dikenal dari sabang sampai merauke.

Kritik-kritik melalui tulisannya bisa menjadi cambuk terutama bagi pegiat yang berprofesi dalam bidang jurnalistik.

Baca Juga :   Kerajaan Dayeuhluhur Cikal Bakal Kabupaten Cilacap

Beberapa tulisan-tulisan Mahbub Djunaidi yaitu seperti “Nyamuk Pers, Kuli Tinta dan juga Wartawan Penakut”.

Nyamuk Pers sendiri menurut Mahbub Djunaidi ialah seorang pewarta yang tidak mau diam, selalu gatal dan ingin mengubah dunia dengan sekali kibasannya, akan tetapi hal itu justru tidak membuat perubahaan fisik seorang pewarta yang dikatakan Nyamuk Pers.

Baca Juga :   Bikin Ngga Bisa Tidur, Ternyata Ukhty Berjilbab ini Sanwanee Esor

Kuli Tinta : Seorang pewarta memang harus siap sedia dengan perlengkapan seperti tinta salah satunya. Akan tetapi kini, dengan menjamurnya media online, tinta bisa berubah jadi gadget.

Namun Mahbub Djunaidi dalam hal ini mengkritik seorang pewarta dengan sebutan Kuli Tinta yaitu dialamatkan untuk pewarta yang begitu dekat dengan kepemerintahan.

Pasalnya menurut Mahbub Djunaidi, pewarta seperti ini terbilang tidak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang kritis, melainkan hanya menelan mentah-mentah apa yang dilontarkan misal pejabat.

Baca Juga :   Sosok Lurah Santri Putri Ponpes Citangkolo Kota Banjar dari Gandrungmangu, Hafal 30 Juz

Wartawan Penakut : Menurut Mahbub Djunaidi, jika wartawan mempunyai jiwa yang penakut lebih baik jangan jadi wartawan tapi jualan bakso.

Mahbub Djunaidi juga pernah menyatakan, bahwa kalau ingin kaya jadilah pengusaha bukan jadi wartawan.