<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>55 Pos Artikel oleh Penulis Imam Hamidi Antassalam &#8211; Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://www.cilacap.info/author/iha/feed/feedku" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 18:40:06 +0700</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<copyright>2026 Cilacap.info</copyright>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/cilacapinfo.png</url><title>55 Pos Artikel oleh Penulis Imam Hamidi Antassalam &#8211; Cilacap.info</title>
<link>https://www.cilacap.info</link>
<width>144</width><height>19</height><description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
</image>
	<item>
		<title>BNPB: Jawa Tengah Beresiko Tinggi Terhadap Bencana Hidrometeorologi, Tingkatkan Mitigasi</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85948/bnpb-jawa-tengah-beresiko-tinggi-terhadap-bencana-hidrometeorologi-tingkatkan-mitigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:30:50 +0700</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85948/bnpb-jawa-tengah-beresiko-tinggi-terhadap-bencana-hidrometeorologi-tingkatkan-mitigasi</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) cuaca ekstrem menyebabkan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terdampak bencana, demikian dikemukakan oleh Deputi V BNPB Andi Eviana saat Peresmian Huntara (Hunian Sementara) bagi korban bencana longsor Cibeunying di Desa Jenang, Majenang, Cilacap. Selasa, (27/1/2026).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) cuaca ekstrem menyebabkan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terdampak bencana, demikian dikemukakan oleh Deputi V BNPB Andi Eviana saat Peresmian Huntara (Hunian Sementara) bagi korban bencana longsor Cibeunying di Desa Jenang, Majenang, Cilacap. Selasa, (27/1/2026).</p>
<p>Dijelaskan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dokumen inaRISK, seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor. </p>
<p>&#8220;Wilayah ini didominasi oleh topografi rentan serta dampak perubahan iklim. Cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir mendominasi terjadinya bencana,&#8221; ujarnya</p>
<p>Akumulasi bencana pada awal 2025 menunjukkan tingginya dampak terhadap warga, </p>
<p>&#8220;Tanah longsor terjadi karena gundulnya lingkungan pegunungan, oleh karena alih fungsi lahan yang tadinya hutan, dan adapun dengan banjir mendominasi di wilayah rendah,&#8221; terangnya</p>
<p>Pentingnya upaya pemerintah daerah melakukan pemetaan dengan mitigasi kebencanaan karena potensi memiliki tingkat risiko tinggi berdasarkan kajian inaRISK dan renstra BPBD Jawa Tengah. </p>
<p>&#8220;Dengan kondisi ini maka Pemerintah terus berupaya meningkatkan mitigasi melalui pemetaan risiko yang lebih baik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Adapun terkait Huntara yang dalam rencana menjadi Huntap (Huniwn Tetap) dibMajenang Cilacap menurutnya perlu regulasi yang jelas untuk mengayomi kepastian hukum bagi warga yang menghuni.</p>
<p>“Terkait hunian tetap, perlu dibuat aturan agar rumah tersebut tidak disewakan dan benar-benar diperuntukkan bagi 56 KK yang berhak,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (SAR) menyatakan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Cilacap berjalan dengan pendekatan pentahelix, melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Cilacap, kata dia, bergerak cepat menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan huntara dan huntap, termasuk melengkapi administrasi serta kajian teknis dari PVMBG.</p>
<p>“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, serta seluruh pihak yang terlibat sejak masa tanggap darurat hingga proses penempatan Huntara Majenang ini,” terang SAR kepada Wartawan.</p>
<p>Acara peresmian penempatan huntara tersebut selain dihadiri oleh Kepala BNPB yang diwakili Deputi V Bidang Logistik dan Perlengkapan Andi Eviana, hadir dari OPD Provinsi Jawa Tengah dan unsur Forkopimda, TNI, Polri, Kepala Desa Se-Majenang, Tokoh agama, </p>
<p>Turut hadir juga para Rektor/Ketua Perguruan Tinggi di Majenang, Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa Kabupaten Cilacap yang terdiri dari Tenaga Ahli Pendamping Desa maupun Lokal Desa Se Dawamancung, serta jajaran relawan dari berbagai ormas keagamaan maupun pemuda, seperti NU Peduli, Lazisnu, LPBINU,  Bagana, Reawan Baznas, GP Ansor, Lesbumi, serta hadir juga awak media dari berbagai portal seperti NUCOM, NU Online, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Harian Cilacap, dan lainnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. </p>
<p>Kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dalam dilanjut pengguntingan pita, dan peninjauan langsung unit huntara oleh jajaran pejabat dan undangan. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/27/1000650743.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Deputi V BNPB Andi Eviana saat meninjau Huntara (Hunian Sementara) bagi korban bencana longsor Cibeunying di Desa Jenang, Majenang, Cilacap. Selasa, (27/1/2026).]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/27/1000650743-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Deputi V BNPB Andi Eviana saat meninjau Huntara (Hunian Sementara) bagi korban bencana longsor Cibeunying di Desa Jenang, Majenang, Cilacap. Selasa, (27/1/2026).]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membangun Indonesia Dari Desa, Catatan Hadenas 2026</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 06:16:33 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85371/membangun-indonesia-dari-desa-catatan-hadenas-2026</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 di Indrakilo Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, (15/1/2026), bukanlah acara seremonial tanpa makna, tapi kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan yang kompak, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tanpa menonjolkan warna yang dominan. Di sanalah kami berdiri, dalam satu ikatan pengabdian, membangun Indonesia dari desa.</p>
<h3>Meneguhkan Kembali Undang Undang Desa</h3>
<p>Kegiatan peringatan Hadenas ini merupakan peristiwa penting yang menegaskan pengakuan serta kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>Maka tanggal penetapan UU Desa yakni 15 Januari diambil sebagai Hari Desa Nasional (Hadenas), dan secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) momor 23 tahun 2014, berlaku sejak Keppres ditandatangani, pada tanggal 31 Juli 2024,</p>
<p>Oleh karenanya Hadenas adalah momen penting peringatan atas peristiwa sejarah yang menyimpan makna besar bagi masa depan desa-desa di Indonesia.</p>
<h3>Antusiasme Peserta HADENAS 2026</h3>
<p>Kamis pagi, 15 Januari 2026, yang dalam penanggalan Jawa sebagai bulan kapitu yang biasanya hari dikerapi dengan hujan, kali ini rupanya alam semesta merestui, cuaca terlihat temaran, bersahabat seraya turut serta merestui pertemuan para pelayan desa seliruh Indonesia.</p>
<p>Dari lokasi kegiatan yang berlangsung, kami menyaksikan langsung antusiasme dari ribuan peserta yang hadir, dari beragam kalangan terpantau, dan terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.</p>
<p>Pakaian batik menunjukkan pakaian kedinasan mereka, mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan bahkan punggawa Pemerintahan Desa mulai dari kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa.</p>
<p>Pakaian putih-putih biru yang menunjukkan seragam dari para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD). Adapun lainnya merupakan tamu undangan dengan pakaian kebesaran serta adat mereka, hingga bejibun banyak masyarakat yang hadir dengan wajah-wajah bersahaja dan penuh harap.</p>
<h3>Desa menjadi Pusat Perhatian</h3>
<p>Rasa haru-biru mereka terlihat seperti wajah langit saat itu, sulit disembunyikan. Oleh sebab karena selama ini desa kerap dipandang sebagai pelengkap, namun pada kesempatan ini, pada peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas), Desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berkumpul bersama rakyat desa, merayakan Hari Desa Nasional dengan kesederhanaan namun sarat makna.</p>
<p>Hadenas merupakan ikhtiar negara untuk memaksimalkan potensi desa sekaligus mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, demikian Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengemukakan, khususnya cita ke-6: membangun dari desa dan dari bawah.</p>
<p>&#8220;Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Kerangka ekonomi dan kebudayaan desa diarahkan menuju keadilan dan kesejahteraan yang merata di seluruh nusantara,&#8221;</p>
<p>&#8220;Di sinilah optimisme itu tumbuh-bahwa desa ke depan akan menjadi tulang punggung negara, menjadi masa depan bagi warga masyarakatnya, dan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.&#8221; Terangnya Mendes Yandri Susanto dalam pidato Hadenas 2026, Kamis (15/1).</p>
<h3>Apresiasi dan Harapan</h3>
<p>Beragam rangkaian acara Hadenas 2026 digelar guna memberi ruang apresiasi, dan harapan. Penghargaan Hari Desa Nasional 2026 diberikan kepada desa-desa berprestasi dari berbagai kategori. Di samping itu juga kepada program-program berbasis desa dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.</p>
<p>Demikian apresiasi sebagai nilai bahwa penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan pengakuan bahwa kerja sunyi di desa akhirnya terlihat dan dihargai. Walau hingga kini penghargaan belumlah sampai kepada pendamping desa (TPP) yang selama ini memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada desa dalam penyelenggaraan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.</p>
<h3>Deklarasi Boyolali</h3>
<p>Peringatan Hadenas 2026 jadi momen Penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai simbol komitmen bersama: bahwa pembangunan desa harus terus diperkuat, dijaga keberlanjutannya, dan dikerjakan dengan hati.</p>
<p>Ada rasa bahagia yang menyelinap, namun juga terselip kesedihan. Bahagia karena desa kini mendapat tempat terhormat. Sedih karena kita tahu, pengabdian desa tidaklah mudah. Banyak kepala desa dan perangkat desa yang bekerja dalam keterbatasan, menghadapi kritik, tekanan, bahkan salah paham. Namun Hari Desa Nasional 2026 menjadi penguat batin-bahwa pengabdian ini tidak sia-sia. Bahwa ketika desa bersatu, Indonesia akan tumbuh dengan kokoh.</p>
<h3>Kolaborasi Semua Pihak</h3>
<p>Acara di Indrakilo Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali ini menandai kick-off Hari Desa Nasional (Hadenas) 2026 yang diprakarsai oleh kepala desa se-Jawa Tengah, asosiasi desa se-Indonesia, OPD, Forkopimda, Ketua PKK, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.</p>
<p>Kolaborasi itu tentunya juga dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pers dan media, menjadikan Hari Desa Nasional (Hadenas) bukan hanya perayaan tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan membangun Indonesia dari desa.</p>
<p>Semoga semangat Hadenas (Hari Desa Nasional) 2026 menjadi gema kebangkitan pembangunan desa ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, tentunya dengan semangat visi yang sama dibuktikan di daerah masing-masing.</p>
<p>Dari desa, kita belajar ketulusan. Dari desa, kita merawat persatuan. Dan dari desa pula, masa depan Indonesia sedang kita bangun-bersama, dengan harapan yang tak pernah padam.
Salam MERDESA. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1568"
				height="1139">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/16/Membangun-Indonesia-Dari-Desa-Selamat-Hari-Desa-Nasional-HADENAS-2026-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Membangun Indonesia Dari Desa Selamat Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hari Desa Nasional (Hadenas) 15 Januari untuk Meneguhkan Undang Undang Desa</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 11:14:32 +0700</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Desa Nasional (Hadenas)]]></category>
		<category><![CDATA[Info Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes]]></category>
		<category><![CDATA[Pendamping Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85343/hari-desa-nasional-hadenas-15-januari-untuk-meneguhkan-undang-undang-desa</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Pemerintah resmi menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS). Penetapan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa yang ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2024 dalam rangka Meneguhkan Undang Undang Desa.</p>
<p>Mengutip unggahan akun Instagram @haridesanasional2026, pemilihan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) merujuk, berdasarkan kepada sejarah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada tanggal 15 Januari 2014.</p>
<p>15 Januari sebagai Hari Desa Nasional (HADENAS) kendati diperingati setiap tahun, Keppres momor 23 tahun 2014 ini menegaskan bahwa Hadenas bukan merupakan hari libur nasional.</p>
<p>Momen peringatan Hadenas ini menjadi penting karena dianggap sebagai tonggak utama atas kejelasan status, dan kepastian hukum desa dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<h3>Peringatan Hadenas 2025</h3>
<p>Usai Hadenas diresmikan melalui Keputusan Presiden, Peringatan Hadenas pada 15 Januari 2025, menjadi momen pertama kalinya Hari Desa Nasional ini diselenggarakan, dan dipusatkan di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Mengangkat tema &#8220;Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Swasembada Pangan&#8221;.</p>
<p>Acara berlangsung pada tanggal 14–15 Januari 2025. Mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti:</p>
<ol>
<li>Village Expo yakni Pameran inovasi, produk unggulan desa, dan digitalisasi desa.</li>
<li>Musyawarah Desa Nasional (Musdesnas) yang membahas penguatan fondasi pembangunan desa.</li>
<li>Pencanangan Gerakan Menanam yaitu fokus pada swasembada pangan sebagai pilar ketahanan nasional.</li>
</ol>
<h3><strong>Hadenas 2026 di Boyolali, Jateng</strong></h3>
<p>Untuk tahun ke 2, Peringatan Hari Desa Nasional (Hadenas) pada 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada 15 Januari dengan mengusung tema &#8220;Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia&#8221;.</p>
<p>Lokasi utama kegiatan berada di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, dan kawasan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Jawa Tengah.</p>
<p>Adapun tema menyoroti peran sentral desa sebagai fondasi utama dan motor penggerak pembangunan nasional, serta kunci pemerataan pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Maka penyelenggaraan Hari Desa Nasional (HADENAS) 2026 ini menjadi mementum guna penguatan pembangunan Indonesia yang dimulai dari desa dengan menonjolkan potensi wisata serta ekonomi lokal desa.</p>
<h3>Rangkaian Kegiatan Hadenas 2026</h3>
<p>Berikut jadwal rangkaian perayaan Hadenas 2026 yang berlangsung selama enam hari, yakni mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Januari 2026;</p>
<p>Kegiatan dibuka dengan Gerakan Bakti Desa yang melibatkan 261 desa se-Kabupaten Boyolali pada 10 Januari 2026.</p>
<p>Hari berikutnya, 11 Januari 2026, jalan sehat, car free day, dan donor darah sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Pada tanggal yang sama hingga 13 Januari 2026, Lomba E-Sport Nasional dan Piala Bupati yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.</p>
<p>Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah kompetisi olahraga sepak bola Liga Desa Tingkat Nasional yang berlangsung pada 11-14 Januari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa yang telah melalui seleksi ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.</p>
<p>Kemudian, pada 12 Januari 2026, <em>coaching clinic</em> khusus Kepala Desa dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan desa.</p>
<p>Menjelang puncak perayaan pada 14 Januari 2026, sejumlah kegiatan besar akan digelar di Kebun Raya Indrokilo. Kegiatan tersebut meliputi pameran potensi unggulan desa, pasar murah, seminar dan lokakarya desa, final Liga Desa Nasional 2026, serta malam Hadenas akan diputar layar tancap untuk hiburan masyarakat.</p>
<p>Puncak peringatan pada 15 Januari 2026 akan dimeriahkan dengan upacara seremonial Hari Desa Nasional, tepat tanggal 15 Januari 2026.</p>
<p>Acara puncak peringatan Hadenas 2026 dihadiri oleh pemerintah pusat, daerah, desa serta unsur Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT yang terdiri dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).</p>
<p>Rangkaian acara dijadwalkan akan ditutup dengan tasyakuran pagelaran wayang kulit, serta kegiatan &#8216;Ngopi Bersama&#8217; antara Menteri Desa PDT Yandri Susanto dengan TPP se Jawa Tengah, bersama masyarakat dan kepala desa. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="994">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/14/TPP-Cilacap-Pendamping-Desa-Kemendes-PDT-Bersiap-Rayakan-Hadenas-2026-Ke-Boyolali-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TPP Cilacap Pendamping Desa Kemendes PDT Bersiap Rayakan Hadenas 2026 Ke Boyolali]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TACB Cilacap Menilai Gamelan Batu Salebu Warisan Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 23:06:41 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-85011/tacb-cilacap-menilai-gamelan-batu-salebu-warisan-kearifan-lokal-yang-harus-dilestarikan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai Gamelan Batu Salebu memiliki nilai penting sebagai warisan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Mewakili TACB Cilacap, Arkeolog Luthfi Eka Bhagaskara menegaskan dalam laporan identifikasi awal terkait temuan benda budaya tersebut di Balai Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Selasa, (6/1/2026)</p>
<p>&#8220;Gamelan batu Salebu adalah satu-satunya yang ditemukan di Wilayah Cilacap. Sebagai warisan kearifan lokal budaya masyarakat Desa Salebu, maka perlunya upaya pelestarian, sekaligus perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, kedepan TACB Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beserta instansi yang terkait akan mendorong untuk ditetapkan sebagai Peringkat Kabupaten,&#8221; akunya usai melakukan identifikasi awal dan kunjungan lokasi temuan.</p>
<p>Status tersebut diperlukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum dan upaya konservasi yang komprehensif terhadap warisan budaya masyarakat Salebu tersebut.</p>
<p>Adapun <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan">identifikasi Gamelan Batu Salebu</a> yang dilaporkan sebagai benda cagar budaya (BCB) masih merupakan dugaan.</p>
<p>&#8220;Gamelan Batu Salebu ini masih berstatus dugaan sebagai BCB karena merupakan temuan tunggal. Maka perlu kerja keras dalam rangka membuka tabir peradaban masa lalu,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Diketahui Batu Gamelan Salebu ini ditemukan di sungai yang alirannya dari hulu gunung padang Salebu, berjenis batuan andesit yang pada umumnya masyarakat pada masa lalu memilihnya untuk digunakan membuat bangunan-bangunan megalitik, candi, piramida, begitu juga perkakas-perkakas.</p>
<p>&#8220;Jaman nenek moyang dulu, diketahui memang banyak memakai material batu berjenis andesit. Dan tidak menutup kemungkinan masyarakat masa lampau memilih batu ini untuk gamelan, sebagai sarana kesenian atau spiritual mereka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwasannya batu andesit sebagai jenis batu pilihan untuk artefak yang terdapat pada sarkofagus (peti kubur dari batu), punden berundak, lumpang batu, meja batu, menhir, arca, dan perkakas maupun alat pertanian kuno, di jaman berburu dan meramu saat itu.</p>
<p>Kendati batu berbunyi Gamelan pertama kali ditemukan di aliran sungai, hilir dari Gunung Padang Salebu ini sebesar lumpang pipih ukuran 30&#215;27 cm, mesti dugaannya beragam tafsir, karena melintasi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, dari masa ke masa, itu sudah menyimpulkan ada perpindahan tempat oleh kondisi alam maupun manusianya.</p>
<p>&#8220;Tidak lagi insitu, jadi perlu kerja keras lagi, untuk menemukan benda pendukung lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Maka sementara ini pihaknya belum bisa memastikan Gamelan Batu Salebu sebagai BCB. Jadi menurutnya perlu dukungan semua pihak untuk identifikasi lebih lanjut terhadap perhatian atas temuan ini.</p>
<p>Upaya pelestarian tentunya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini bagi generasi mendatang.</p>
<p><a href="https://www.google.com/amp/s/daerah.cilacap.info/ci-84901/tacb-cilacap-akan-identifikasi-mendalam-gamelan-batu-salebu-mulai-besok/amp">Hingga berita ini diunggah temuan batu di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap</a>, yang dikenal sebagai Gamelan Batu Salebu, masih dalam tahap identifikasi awal oleh pihak berwenang.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Fatoni mengaku akan melakukan kajian mendalam terhadap warisan Budaya Masyarakat Desa Salebu ini.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kami kaji secara akademik. Termasuk bagaimana pemajuan nilai budayanya bahkan memungkinkan mereplika gamelan batu ini agar bisa digunakan untuk tujuan edukasi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam jangka panjang kajian gamelan batu akan membantu mengungkap potensi khazanah budaya Desa Salebu sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. Yakni dengan keberadaan kesenian khas dari gamelan batu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi mengaku optimis keberadaan gamelan batu ini bisa menjadi aset berharga bagi identitas budaya desa bahkan bangsa. Hal ini kemudian membawa multi efek bagi warga dengan berkembangnya UMKM sampai home stay.</p>
<p>“Dengan jadi ikon, orang akan tertarik untuk datang ke Salebu,” harapnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="1176">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/TACB-Cilacap-Identifikasi-Awal-Gamelan-Batu-Salebu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[TACB Cilacap Identifikasi Awal Gamelan Batu Salebu]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Refleksi, Ngaji Peradaban, Gelar Seni Budaya Gamelan Batu</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 01:01:53 +0700</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84740/pemdes-salebu-akhiri-2025-dengan-refleksi-ngaji-peradaban-gelar-seni-budaya-gamelan-batu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Pemerintah Desa Salebu menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bersama Kepala Desa, Camat, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, dan Tokoh Masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan bertajuk &#8216;Ngaji Peradaban&#8217; ini dihadiri Kanjeng Pangeran Gusti Haryo (KPGH) Ndaru Kusumo bertempat di Balai Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Rabu, (31/12/2025) malam.</p>
<p>Gema Indonesia Raya disetai himne Pancasila mengalun, acara pun berlangsung khidmat apalagi dengan suguhan musik &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; berjudul Gending Salebu karya Romo Ndaru Kusumo, menjadikan suasana malam tahun baru 2026 makin syahdu.</p>
<p>Romo Ndaru Kusumo menyampaikan bahwa Desa Salebu memiliki sejarah peradaban yang luhur dan tinggi sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam rangka menjaga, melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budayanya.</p>
<p>&#8220;Desa Salebu menyimpan peradaban tinggi dan luhur, demikian dapat menjadi saksi dari batu bernada gamelan sebagai artefak yang ditinggalkannya, konon dari Gunung Purba hingga yang disebut Gunung Cendana atau Gunung Padang beserta lanskap peradabannya yang luas,&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita dapati dari batuan yang ditemukan ini unik, keunikan batu tersebut menghasilkan unsur musikal yang resonan. Demikian tersebut batu yang tertentu dan pilihan, ketika dipukul, menghasilkan nada ji, ro, lu, mo, nem. Bunyinya menimbulkan efek dan energi. Fenomena ini memberikan informasi bahwa warisan budaya ini mesti ditinggalkan oleh orang-orang pilihan dari peradaban yang luhur dan tinggi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya refleksi akhir tahun 2025 dengan Ngaji Peradaban bersama ini penting dengan memaknai terangkatnya artefak batu gamelan batu Salebu yang merupakan suatu pondasi sebuah bangunan,</p>
<p>&#8220;Hari ini hidayah yang kami terima adalah batu yang memiliki resonansi bunyian, memiliki dinamika, dan harmoni, serta menciptakan gelombang frekuensi energi bunyian yang menyelaraskan kehidupan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Semoga ini wasilah dan menjadi hidayah pencerahan terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam mewujudkan pondasi demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya,&#8221; Tutupnya.</p>
<p>Adapun terkait batuan yang disebut benda budaya atau artefak tersebut nantinya akan dilakukan kajian lebih menyeluruh dan dalam oleh ahlinya yakni Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah diagendakan Pemerintah kabupaten Cilacap.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menerima laporan adanya temuan artefak tersebut dari pemerintah Desa Salebu, kita akan tindak lanjuti, TACB sudah kita agendakan, akan ke lokasi temuan di Desa Salebu pada 6 Januari 2026 nanti&#8221;, aku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni.</p>
<p>&#8220;Kunjungan lapangan TACB nantinya untuk mengkaji objek yang diduga benda atau cagar budaya (ODCB) secara langsung. Data yang dikumpulkan nantinya meliputi letak, ukuran, bahan, sejarah, kondisi saat ini, dan nilai penting objek tersebut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Adapun musik Gamelan Batu, baginya suatu hal yang luar biasa dan sebuah inovasi sangat unik, dia apresiasi dengan menyebut pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya kagum oleh karena suara yang dihasilkan dari musik yang dihasilkan dari batu, ini nyaris seperti gamelan. Ini pertama saya dengar dan unik. Maka kelompok gamelan batu salebu ini harus segera mendaftar legalitasnya, selain diakui keberadaan dan tidak diakuisisi oleh kelompok lain. Pertama ada di Cilacap bahkan Indonesia.&#8217; Ungkapnya.</p>
<p>Dia menegaskan legalitas selain guna perlindungan hukum bagi kelompok dan karya seni ini penting guna membantu mencegah klaim dari pihak lain dan memfasilitasi akses terhadap pendanaan atau undangan resmi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini bidang Kebudayaan, siap memproses pengajuan legalitasnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Anggota DPRD Cilacap Didi Yudi Cahyadi bahkan bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari Desa Salebu dan berkomitmen akan mendorong eksistensi Gamelan Batu Salebu bahkan ke kancah internasional.</p>
<p>&#8220;Musik yang dihadirkan dari kelompok Gamelan Batu Salebu, saya nilai sebagai bentuk seni yang unik dan otentik. Sebagai kekayaan budaya nusantara. Komitmen saya akan mendorong eksistensinya hingga ke kancah internasional,&#8221; tekadnya.</p>
<p>Sementara itu tokoh masyarakat setempat, M Ibnu Subkhi menegaskan pentingnya dukungan Pemdes Salebu dalam memastikan pengetahuan warisan budaya sekaligus keterampilan berseni budaya ini ditransmisikan ke generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan semacam Ngaji Peradaban sebagai bentuk pemberdayaan, pembinaan, peningkatan kapasitas bagi pelaku seni budaya desa mestinya ditingkatkan, dan kedepan di anggarkan dalam APBDesa. Jadi aktifitas anggaran di luar apebedes, masuk kategori <em>bid&#8217;ah!&#8221;</em> tegasnya</p>
<p>Menurutnya seni dan budaya adalah inti dari identitas desa. Demikian akan memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan lokal di antara warga.</p>
<p>Adapun tokoh masyatakat Majenang H. Awan Ukaya membeberkan bahwasannya negara besar dan maju karena mereka sangat menghormati budayanya sebut saja china, eropa, bahkan maaf, yahudi atau Israel betapa sangat menghormati leleuhurnya,</p>
<p>&#8220;Rata-rata negara besar menghormati budayanya, menjaga nilai budaya tradisi leluhurnya. Di situ kepercayaan diri mereka itu akan muncul. Jadi ketika orang sudah percaya diri, biasanya memancarkan aura kesuksesan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia mengaku pernah ke Gunung Padang di Cianjur bahkan Gunung Padang Salebu pada 2010 lalu, baginya &#8216;Situs segede Gunung&#8217; ini sangat luar biasa, sebuah tempat yang menyimpan energi begitu besar.</p>
<p>&#8220;Saya pengusaha, saya tidak mungkin meninggalkan budaya leluhur. Saya sering meditasi di tempat yang memang energinya besar, di situlah saya dapati titik energi spiritual, dan ketenangan,&#8221; akunya</p>
<p>Dia juga membeberkan soal frekuensi pada Gamelan yang memberikan energi dan efeknya mirip dengan obat-obatan, demikian melengkapi dunia kesehatan di luar kimia dan herbal.</p>
<p>&#8220;Manfaat utamanya, mendengar frekuensi suara musik gamelan beroperasi pada tingkat psikologis yang dapat memengaruhi jiwa kemanusiaan kita, maka banyak orang menggunakannya sebagai terapi kesehatan,&#8221; ujar H Awan Ukaya yang akrab disebut Abuya AU.</p>
<p>Konon musik gamelan juga disebut media relaksasi dengan frekuensi 432 Hz, yang sering disebut sebagai &#8220;frekuensi alam semesta&#8221;, ungkap Abuya AU pengusaha sukses bidang obat herbal &#8216;de Nature&#8217;, dia menjelaskan memasuki tahun 2026, penggunaan frekuensi ini semakin populer dalam praktik <em>sound healing</em> dan meditasi karena dianggap lebih selaras dengan getaran alami manusia dan alam.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan yang saya amati, dan rasakan, terutama melihat pelaku seni budaya jawa, karena saya suka <em>&#8216;nanggap&#8217;,</em> terlihat hidup mereka itu tenang, banyak bersyukur, saya menilainya energi dari getaran frekuensi musik gamelan. Jadi musik gamelan ini memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran kita,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terakhir dia mengapresiasi tekad yang diharapkan bersama, sebagaimana komitmen Didi Yudi Cahyadi, semoga Salebu nantinya muncul seni budaya yang menasional bahkan internasional.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan tunggalnya menguraikan orientasi Ngaji Peradaban merupakan ajang menggali potensi seni budaya sebagai warisan yang berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Semoga usaha ini dapat meneguhkan kepercayaan diri warga Salebu akan warisan budayanya, yang bernilai tinggi dan luhur. Dan jadi inspirasi bagi generasi sekarang dan masa depan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan/2">warisan budaya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; ditemukan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap</a> pada 20 Desember 2025, maka atas nama Pemerintah, Kades Salebu Agus Fauzi selanjutnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada; KPGH Ndaru Kusumo, R. Anas Danu Sudrajat, Indra Wahyu Nugroho, Ahmad Rizali, Rofiyatno, Deni Susilo, Gus IHA, Vivi Rizki RK dan Amin Yusnadi.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas sumbangsih tenaga, pikiran dan segala perhatiannya pada warisan budaya Desa Salebu. Semoga menjadi amal kebaikan abadi nan langgeng. Lelah menjadi lillah. Semoga Allah SWT memberkahi.&#8221; Pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban-.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1489"
				height="898">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/01/Pemdes-Salebu-Akhiri-2025-dengan-Ngaji-Peradaban--100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemdes Salebu Akhiri 2025 dengan Ngaji Peradaban]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik yang Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 08:28:43 +0700</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Situs Mandala Mata Bumi adalah nama yang diberikan untuk sebuah situs megalitik purba yang baru-baru ini ditemukan di puncak Pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah. Selasa (23/12).</p>
<p>Situs megalitik yang <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">digambarkan &#8216;Situs Sebesar Gunung&#8217; dan terbesar di Jawa Tengah</a> ini dengan keistimewaan dan keunikannya yang dimiliki, ternyata Tersembunyi di Balik Manuskrip Belanda.</p>
<p>Gunung Soebang (Gunung Subang) pertama kali dicatat oleh orang Belanda pada tahun 1806. Hal itu ditemukan berdasarkan buku berjudul<a href="https://books.google.co.id/books?id=A5RUAAAAcAAJ&amp;pg=PP7&amp;hl=id&amp;source=gbs_selected_pages&amp;cad=1#v=onepage&amp;q=Gunung%20Soebang%20(1856)%20%E2%86%92%20Tijdschrift%20voor%20Indische%20Taal-%2C%20Land-%20en%20Volkenkunde%20&amp;f=false"> &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;</a>.</p>
<p>Dalam buku sang penulis melaporkan bahwa puncak &#8216;Soebang Daja Louhour&#8217; terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta tonil pemujaan atau aktivitas pertapaan.</p>
<p>Penulis buku adalah G. A. de Lange dan Dr. van Limburg Brouwer, tidak secara eksplisit menyebutkan nama situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;, walau demikan mereka menggambarkan secara umum apa yang diketahuinya berdasarkan survei waktu itu, peninjauan langsung atas potensi pegunungan di wilayah Dayaluhur-Galuh–Kuningan–Cirebon.</p>
<p>Maka jika literasi tersebut dikaji lebih dalam, menurut ahli bahasa, ada dua hal yang menjadi kunci untuk memahaminya yakni catatan yang tersurat dan pengertian yang tersirat. Dua kunci tersebut sebagai data utama dalam ilmu pembuktian sejarah.</p>
<p>Dalam manuskrip buku berjudul &#8216;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&#8217;. Sang penulis melaporkan bahwa &#8216;puncak Soebang Daja Louhour&#8217; (Gunung Subang Dayeuhluhur) terdiri dari beberapa teras bertingkat, dan memiliki makam keramat, serta aktivitas pertapaan&#8217;.</p>
<p>Maka jika diserap, dipahami dan disimpulkan, berdasarkan literasi naskah kuno Eropa berbahasa belanda tersebut menyiratkan informasi bahwa <a href="https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental">situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang berada di puncak Gunung Subang Dayeuhluhur</a> terdiri dari beberapa teras bertingkat (pengertiannya yakni punden berundak), dan memiliki makam keramat (pengertiannya bumi pesarean), serta aktivitas pertapaan (mandala).</p>
<p>Dalam berbagai naskah kuno Eropa, terutama dari era penjelajahan dan kolonialisme awal, memang diakui mereka banyak melakukan eksplorasi terkait potensi kekayaan alam, kebudayaan Nusantara yang berkembang saat itu, lalu mereka merekam dalam cataan-catatan, menuliskan dalam bahasa mereka, dan bahkan mendokumentasikannya.</p>
<p>Dalam dokumentasi yang kemudian disebut manuskrip maupun buku, yang memuat data kumpulan informasi, biasanya berfokus pada pos-pos perdagangan, kerajaan-kerajaan besar, atau sumber daya alam di berbagai wilayah dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Adapun hasil penjelajahan apa yang mereka gali atas wilayah-wilayah di Nusantara, terantologi baik dalam bentuk kumpulan maupun laporan-laporan, yang disebut manuskrip atau buku. Maka manuskrip adalah produk budaya mereka yang hasilnya masih dapat kita pelajari saat ini, melalui arsip yang ditinggalkannya itulah kita mengetahui betapa peradaban kita di masa lalu begitu unggul dan tinggi.</p>
<p>Namun demikian walau tidak secara spesifik, dan detail, apalagi terperinci untuk menuliskan situs-situs peninggalan purbakala, secara tersirat melalui catatan-catatan mereka menginformasikan muatan potensi yang ada dalam suatu wilayah dengan gambaran umumnya saja.</p>
<p>Apalagi situs megalitik yang berada di ketinggian gunung dan pedalaman seperti &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Daja Loehoeur, sepertinya di luar konteks mereka yang lebih luas.</p>
<p>Banyak yang menganggap bahwa situs megalitik sebagai warisan budaya yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa, serta peradaban masa lalu, yang bernilai bagi kepentingan sejarah dan pendidikan, yang lebih sering didokumentasikan dan dikaji ke dalam konteks arkeologi dan sejarah lokal Indonesia, baik melalui penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog baik kedinasan maupun lembaga pendidikan, dari kajian ilmiah para akademisi seperti yang tercatat dalam berbagai jurnal dan repositori budaya nasional.</p>
<p>Namun hal terkait situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; Gunung Subang wilayah Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap ini setelah berselancar ke mana-mana, redaksi <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> tidak menemukannya.</p>
<p>Walhasil redaksi mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat setempat, masyarakat yang disebut &#8216;Dayaluhur&#8217; yang betapa kuat dan secara ketat menjaga nilai tradisi budayanya, mereka secara turun menurun mewarisi budaya e-book.</p>
<p>E-book yang menandaskan pesan ingatan bahwa apa kata nenek moyang adalah ilmu yang bernilai bagi pendidikan dan sejarah, dan yang harus dipercayai. Mereka menjaga nilai kepercayaan itu ke dalam laku hidup mereka sehari-hari, bahwa tradisi budaya tutur dan lisan menjadi karakter khas masyarakat budaya Dayeuhluhur ini.</p>
<p>Sementara itu, Situs megalitik Gunung Padang Cianjur dilaporkan pada tahun 1914. Situs ini ditulis oleh N. J. Krom, arkeolog dari Oudheidkundige Dienst (Dinas Purbakala Hindia-Belanda), dalam laporan resminya tentang peninggalan purbakala di Jawa.</p>
<p>Dalam literatur ilmiah Eropa sebagaimana tersebut di atas, maka ada rentang waktu yang cukup jauh yakni satu abad kemudian, setelah Situs Megalitik Gunung Subang Daja Louhour (1806) atau situs Mandala Mata Bumi terlaporkan.</p>
<p>Jadi, dalam arsip kolonial, Gunung Soebang tercatat lebih lebih awal dari pada Gunung Padang (1914) sebagaimana dikemukakan oleh manuskrip berjudul &#8216;Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië&#8217;</p>
<p>Catatan redaksi kali ini berikhtiar menggali informasi dan data yang kaitannya Situs Purbakala Gunung Subang dengan Manuskrip Belanda, Meskipun detail spesifik mengenainya masih jarang dan samar ditemukan, tapi narasi utama menunjukkan bahwa keberadaan situs megalitik &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; yang sebelumnya tersembunyi atau kurang dikenal oleh publik, memungkinkan akan terbuka dengan anggapan bahwa sejarah itu berlangsung secara dinamis.</p>
<p>Maka sebelum akhirnya ditemukan dan diteliti lebih dalam dan secara formal. Penemuan ini membuka kembali diskusi tentang keberadaan situs-situs megalitik yang tersembunyi sebagai perhatian penting bagi entitas warisan budaya dan identitas peradaban bangsa, dan umat manusia yang selama ini luput dari perhatian. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="976">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/28/Situs-Megalitik-G.Subang-dalam-Manuskrip-Belanda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Situs Megalitik G Subang dalam Manuskrip Belanda]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Miliki Banyak Pintu, Unik, dan Monumental</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 16:26:29 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-84446/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-miliki-banyak-pintu-unik-dan-monumental</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8212; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut situs terbesar di Jawa Tengah dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8212; Situs megalitik Mandala Mata Bumi yang baru-baru ini ditemukan di puncak pegunungan Subang, wilayah Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, selain disebut <a href="https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap">situs terbesar di Jawa Tengah</a> dengan keistimewaan dan keunikan pada arsitektur punden berundaknya yang tidak biasa, berada di dataran tinggi.</p>
<p>Situs prasejarah ini juga disebut monumental, pasalnya situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini memiliki banyak pintu masuk, juga adanya batu ukir, batu relief berpasangan, di sisi kanan dan sisi kiri situs.</p>
<p>&#8220;Saya lihat, dan tidak ada di wilayah lain, di Jawa Tengah, adapun di Kabupaten Karanganyar itu satu, di sekitar kawasan tersebut yang kemudian ditemukan Candi Cetho dan Candi Sukuh, itu dulunya merupakan punden berundak, sama,&#8221;</p>
<p>&#8220;Bedanya, Situs Mandala Mata Bumi ini pintu masuknya banyak, ini unik, suatu hal yang istimewa, dan menjadi keunikan utama, adanya batu berelief, dua batu, berdiri di sisi kanan dan kiri, berpasang-pasangan, ini monumental, dan saya tidak menemukan di tempat lain,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan, Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum usai melakukan observasi, peninjauan lapangan sekaligus kajian ilmiah bersama tim, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut mengemukakan bahwa situs prasejarah Mandala Mata Bumi ini jelas merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilindungi undang-undang sebagai benda cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Dari segi regulasi, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengamanatkan perlindungan, pelestarian, pengembangan serta pemanfaatannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa dalam rangka memperkuat identitas kepribadian bangsa, dan umat manusia,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, dalam Undang-undang Cagar Budaya, dengan kriteria-kriteria yang disebutkan, bahwa benda yang bernilai sejarah budaya bangsa, dan berusia minimal 50 tahun, maka situs Mandala Mata Bumi, sudah pasti, dan jelas lebih dari itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia pun menjelaskan bahwa punden berundak pada situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini sebagai warisan budaya peninggalan purbakala telah berlangsung jauh sebelum adanya agama-agama.</p>
<p>&#8220;Budaya punden berundak sudah ada di Nusantara, di Indonesia, jauh sebelum ada agama-agama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan bahwa punden berundak adalah struktur pemujaan kuno yang dibangun oleh masyarakat tradisi megalitik, masa Neolitikum, sekitar 2500–1500 Sebelum Masehi.</p>
<p>&#8220;Tradisi itu berlangsung lalu berkembang di Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh agama, Hindu, Buddha, Kristen, maupun Islam yang datang belakangan ke Nusantara,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adapun fungsi utama punden berundak terkait erat dengan kepercayaan lokal, animisme dan dinamisme, yang merupakan <em>local genuine,</em> sistem kepercayaan orang asli Nusantara, bukan agama dalam pengertian sekarang.</p>
<p>&#8220;Fungsi punden berundak digunakan sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Masyarakat prasejarah percaya bahwa arwah leluhur bersemayam di tempat yang tinggi (gunung atau bukit), sehingga mereka membangun struktur bertingkat sebagai media komunikasi ritualnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika agama-agama masuk ke Nusantara, konsep bangunan berundak ini kemudian berasimilasi, untuk selanjutnya berpadu dengan unsur-unsur arsitektur keagamaan baru.</p>
<p>Dia mencontohkan, Budha-Hindu, bahkan Islam sekalipun, dengan candi-candi seperti Candi Borobudur, Prambanan, Masjid Menara Kudus, Masjid Indrapuri Aceh dan lainnya itu memiliki struktur yang menyerupai punden berundak, menunjukkan adanya kesinambungan budaya dari masa prasejarah ke masa sejarah.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, adanya punden berundak beserta stuktur kawasannya, dan unsur lainnya, kompleksitas arsitektur, dan adanya batu relief, adalah bukti fisik adanya sistem kepercayaan dan peradaban yang berkembang di masa lalu, jaman prasejarah di Gunung Subang ini, situs &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217; ini ada dan berkembang, jauh sebelum &#8216;agama-agama formal&#8217; datang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, adapun terkait adanya dugaan perkampungan purba yang berkaitan dengan situs megalitik ini belum tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan warisan budaya purbakala ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya yang kompleks dengan layar kebudayaannya yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs megalitik yang kaya nilai tradisi budaya dan unik, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini. <a href="https://www.cilacap.info/ci-84504/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-yang-tersembunyi-di-balik-manuskrip-belanda">Situs Mandala Mata Bumi berada di puncak pegunungan Subang dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, dengan luasan sekitar 150 Ha, berada di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung.</a></p>
<p>Selain situs tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat, keberadaannya yang tidak biasa, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia selama berabad-abad, demikian akses menuju lokasi pun betapa ekstrem, dan begitu sangat sulit, maka sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.</p>
<p>Pemandu lokal tidak hanya memberikan jasa layanan pendampingan atau informasi sejarah, tetapi juga konteks budaya dan adat istiadat setempat yang penting untuk dihormati saat mengunjungi situs sakral ini.  (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1260"
				height="718">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/26/Mandala-Mata-Bumi-Situs-Megalitik-Unik-Monumental-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mandala Mata Bumi; Situs Megalitik Unik Monumental]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ahmad Tohari: Korupsi dan Narkoba, Kejahatan yang Mengancam Indonesia</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-83879/ahmad-tohari-korupsi-dan-narkoba-kejahatan-yang-mengancam-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 03:12:19 +0700</pubDate>
				
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-83879/ahmad-tohari-korupsi-dan-narkoba-kejahatan-yang-mengancam-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Korupsi dan narkoba adalah dua ancaman serius yang meneror kehidupan kita dalam berbangsa. Keduanya memiliki dampak destruktif, meskipun jenisnya berbeda. Budayawan Ahmad Tohari (77) mengutarakan pada saat menyambut Inspektur Pembantu (Irban) 1 Inspektorat Cilacap berkunjung ke rumahnya di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas pada Jumat (12/12).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Korupsi dan narkoba adalah dua ancaman serius yang meneror kehidupan kita dalam berbangsa. Keduanya memiliki dampak destruktif, meskipun jenisnya berbeda. Budayawan Ahmad Tohari (77) mengutarakan pada saat menyambut Inspektur Pembantu (Irban) 1 Inspektorat Cilacap berkunjung ke rumahnya di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas pada Jumat (12/12).</p>
<p>&#8220;Dua hal yang mengancam Indonesia, korupsi dan narkoba,&#8221; tegas Ahmad Tohari dengan suara yang dalam dan wajah serius.</p>
<p>&#8220;Korupsi merusak fondasi bangunan ekonomi, sosial, moral dan budaya bangsa. Sementara narkoba menghancurkan sumberdaya manusia Indonesia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Penulis novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk budayawan Ahmad Tohari kemudian menjelaskan panjang lebar, setelah mendapat penjelasan akan maksud dan tujuan dari kunjungan Irban 1 Inspektorat Cilacap Eko Supriyanto beserta pewagainya.</p>
<p>Ahmad Tohari (77) menyebutkan bahwa korupsi adalah jenis kejahatan extraordinary crime, nyaris sama dengan narkoba, yang merupakan kejahatan luar biasa dan terorganisir.</p>
<p>&#8220;Disebut terorganisir karena jelas melibatkan jaringan kriminal super canggih, dan membutuhkan koordinasi tingkat tinggi dalam operasinya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia menyoroti bahwa korupsi sulit dibasmi maupun diberantas karena melibatkan jaringan antar individu yang beroperasi dengan struktur tertentu, bukan sekadar tindakan tunggal yang dilakukan secara independen.</p>
<p>&#8220;Korupsi dalam tindakannya itu memerlukan koordinasi tingkat tinggi, mulai merencanakan, melaksanakan, lalu bagaimana cara menutupi aktivitas ilegalnya itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, dengan memanfaatkan celah hukum, teknologi, bahkan menggunakan efektifitas koneksi politik untuk kelancaran aksinya,</p>
<p>&#8220;Saya kira, korupsi dan perdagangan narkoba sistem kerjanya sama, sama-sama canggih dan jahatnya, sehingga kejahatan tersebut sulit dideteksi dan diberantas,&#8221; jelasnya</p>
<p>Dia menyoroti fenomena laku korupsi dengan gambaran sederhana yakni saat pejabat &#8216;pensiun&#8217;, mereka mendapatkan upeti, jamak disebut sebagai hadiah, jasa terima kasih atau &#8216;tondo tresno&#8217; kalo orang jawa.</p>
<p>Ahmad Tohari sang penulis buku &#8220;Orang-orang Proyek&#8221; ini berpandangan, adapun hadiah atas jasa, kebijakan, proyek, berupa uang atau barang, sebagai tondo tresno, tanda terimakasih, atau upeti saat pensiun itu merupakan bentuk korupsi paling umum terjadi dalam tradisi kita, dan itu praktik suap informal, gratifikasi yang terselubung.</p>
<p>Kendati, praktik ini sulit dibuktikan, karena memanfaatkan kelemahan dalam sistem pengawasannya. Di mana setelah pejabat pensiun, fokus pengawasan terhadap aset dan transaksi keuangan mereka cenderung berkurang.</p>
<p>&#8220;Meskipun secara kasat mata tampak seperti hadiah biasa, tindakan ini merusak integritas pemerintahan dan merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi,&#8221; ungkapnya</p>
<p>Sang Kiai yang dikenal luas sebagai Budayawan asal Tinggarjaya Jatilawang Banyumas, KH Ahmad Tohari Bin Kiai Muhammad Diryat ini menyambut baik serta mengapresiasi langkah dan upaya pemberantasan korupsi yang terus dilakukan, karena baginya korupsi adalah ancaman serius yang memiliki dampak mengahancurkan terhadap tatanan sosial, sistem pemerintahan, dan institusi secara luas.</p>
<p>&#8220;Musuh utama Indonesia bukan senjata yang canggih, tetapi hati yang jahat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Maka korupsi menjadi musuh utama Indonesia saat ini, demikian juga narkoba,</p>
<p>&#8220;Hati yang jahat itu menyebabkan pemiliknya menjadi orang yang tak tahu malu, sehingga berperilaku sangat hina yaitu korupsi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dia pun mengingatkan bahwa akar masalah dari praktik korupsi oleh karena nafsu serakahnya seseorang. Karena sebenarnya dunia ini mampu mencukupi apa saja yang dibutuhkan manusia, tapi tidak bagi mereka yang serakah.</p>
<p>Sebagaimana mengutip seorang filsuf, tokoh kemerdekaan India Mahatma Gandhi (1869 -1948);</p>
<p>&#8220;Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan satu orang pun,&#8221; katanya.</p>
<p>Maka menjadi harapan gerakan antikorupsi, bukan hanya ada di institusi, instansi, maupun pemerintah tapi harus juga menjadi pelajaran pelajar, pemuda, karena mereka generasi bangsa</p>
<p>&#8220;Sebagai upaya pendidikan sejak dini dalam menguatkan akar pada pembentukan karakternya, dan kesadaran moral masyarakat, bukan sekadar penindakan hukum,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Karena suatu keniscayaan yang kita percayai, harus dimulai dari manusianya, dengan pendidikan maupun pemahaman nilai-nilai luhur. Lagu kebangsaan kita &#8216;Indonesia Raya&#8217; pun selalu mengingatkan terleh dulu &#8216;bangun jiwanya&#8217;, baru kemudian, &#8216;bangun badannya&#8217;,&#8221; pungkasnya. (IHA).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/13/Suasana-kunjungan-di-Ndalem-Budayawan-Ahmad-Tohari.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="874">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Suasana kunjungan di Ndalem Budayawan Ahmad Tohari]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/13/Suasana-kunjungan-di-Ndalem-Budayawan-Ahmad-Tohari-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Suasana kunjungan di Ndalem Budayawan Ahmad Tohari]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Rayakan Hakordia, Inspektorat Cilacap Bagikan Bunga</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-83561/rayakan-hakordia-inspektorat-cilacap-bagikan-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 19:19:54 +0700</pubDate>
				
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-83561/rayakan-hakordia-inspektorat-cilacap-bagikan-bunga</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Merayakan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada setiap tanggal 9 Desember dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah dengan membagi-bagikan bunga kepada masyarakat pengguna jalan, inilah aksi yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Cilacap.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Merayakan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada setiap tanggal 9 Desember dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah dengan membagi-bagikan bunga kepada masyarakat pengguna jalan, inilah aksi yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Cilacap.</p>
<p>Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Cilacap Eko Supriyanto mengatakan aksi pembagian bunga yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Cilacap pada perayaan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 kali ini merupakan kampanye simpatik yang bertujuan menumbuhkan kesadaran serta memperkuat budaya antikorupsi di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dengan tema &#8220;Satukan Aksi, Basmi Korupsi&#8221; melalui pembagian bunga, dengan harapan masyarakat dapat merasakan pesan moralnya bahwa kejujuran, integritas, dan kepedulian adalah nilai yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia pun menegaskan pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama yang mustahil diwujudkan oleh satu pihak saja.</p>
<p>&#8220;Melalui aksi sederhana ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat antikorupsi tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,&#8221; lanjut Eko Supriyanto yang baru-baru ini menerima penghargaan Satyalancana Katya Satya 20 tahun dari Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Dijelaskan aksi pembagian bunga kepada para pengguna jalan kali ini merupakan simbol pesan ajakan kepada seluruh masyarakat bahw pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama.</p>
<p>Oleh karenanya aksi pembagian bunga dilakukan oleh unsur karyawan dan karyawati di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Cilacap, juga melibatkan semangat kolaborasi lintas sektor yakno semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.</p>
<p>Mereka berjibaku ke jalan raya dengan mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama merayakan kejujuran dan menunjukkan bahwa bangsa ini kuat karena berani melawan korupsi.</p>
<p>&#8220;Mengapa simbolnya dengan bunga, karena bunga memberikan makna yang positif, seperti harapan, keindahan, dan cinta, tentunya sangat kontras dengan sifat korupsi yang merusak,&#8221; akunya.</p>
<p>Adapun pembagian bunga kepada pengguna jalan dilakukan di tempat-tempat strategis seperti di perempatan Alun-alun Cilacap, perempatan Terminal Cilacap, dan Jalan M.T Haryono Cilacap.</p>
<p>Dia pun mengajak masyarakat untuk bersatu padu dan ikut serta dalam upaya pemberantasan korupsi.</p>
<p>&#8220;Dengan kebersamaan, kita dapat membangun lingkungan yang bersih dan berintegritas. Dan melalui langkah kecil seperti ini, kita menguatkan komitmen untuk terus melawan
korupsi dalam segala bentuknya,&#8221; Pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/09/Inspektorat-Cilacap-bagikan-bunga-HAKORDIA-2025.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1458"
				height="792">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Inspektorat Cilacap bagikan bunga HAKORDIA 2025]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/09/Inspektorat-Cilacap-bagikan-bunga-HAKORDIA-2025-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Inspektorat Cilacap bagikan bunga HAKORDIA 2025]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Orientasi Visi Nasional Pemberdayaan Masyarakat</title>
		<link>https://www.cilacap.info/ci-80364/orientasi-visi-nasional-pemberdayaan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 05:34:40 +0700</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kendal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cilacap.info/ci-80364/orientasi-visi-nasional-pemberdayaan-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[KENDAL,  aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) merupakan lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam mengkoordinasikan, menyikronkan, dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan lintas kementerian/lembaga dalam rangka mempercepat pemberdayaan masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDAL</strong>, <a href="https://www.cilacap.info" aria-label="Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) merupakan lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam mengkoordinasikan, menyikronkan, dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan lintas kementerian/lembaga dalam rangka mempercepat pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Arah orientasi Visi Nasional Pemberdayaan Masyarakat tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Diah Kusuma Puspitasari saat membuka acara Penggemblengan Satgas Pemberdayaan Masyarakat dan Calon Manajer Kawasan Widuri bertempat di Desa Wonosari, Pegandon, Kendal, Jawa Tengah. Kamis, (11/9/2025).</p>
<p>&#8220;Kemenko PM dipimpin oleh seorang Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dijabat oleh Gus Abdul Muhaimin Iskandar, dilantik sejak 21 Oktober 2024,&#8221; lanjut Diah</p>
<p>Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 Tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029, ada enam kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM.</p>
<p>Keenam kementerian tersebut adalah Kementerian Sosial; Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; Kementerian Koperasi; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; dan Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.</p>
<p>Namun demikian juga dalam Pasal 29 Perpres 139/2024 diatur bahwa Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bisa mengoordinasikan kementerian atau instansi lainnya jika dianggap perlu. Dengan catatan, masih terkait dengan isu pemberdayaan masyarakat</p>
<p>&#8220;Jadi program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi secara kolaboratif dengan menyatukan, serta menyelaraskan berbagai kebijakan yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga terkait tersebut, merupakan tugas utama Kemenko PM,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kemenko PM terdiri dari tiga Deputi Bidang Koordinasi yakni Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, lalu Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, dan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu.</p>
<p>&#8220;Selain itu ada Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Ekonomi dan Digitalisasi dan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat.&#8221; terangnya.</p>
<p>Apa itu Kawasan Produksi Widuri?</p>
<p>Sebelumnya, prakata panitia Direktur Kawasan Produksi Widuri Pegandon, Muhammad Arif Rifai mengatakan acara ini dihelat dalam rangka menyelaraskan dan menyatukan para aktivis pemberdayaan masyarakat dan satuan tugas manajer kawasan berbasis produksi widuri.</p>
<p>&#8220;Agenda ini sebagai Pilot Project guna aktivasi 1001 titik program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan produksi Widuri se-Nusantara di seluruh wilayah NKRI.&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan kawasan produksi Widuri merupakan pengertian dari lingkungan masyarakat yang kolaboratif, diberdayakan, dan terintegratif dengan sarana dan prasarana, mencakup wisata, Investasi, Edukasi, dan inovasi dalam suatu basis maupun kawasan.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kawasan produksi Widuri pagandon di mana kegiatan berlangsung.</p>
<p>&#8220;Tempat ini sebagai contoh Kawasan produksi Widuri yang dimaksud,&#8221; katanya.</p>
<p>Diceritakan usai dibangun SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebagai unit dapur umum yang memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini lalu beroperasi dan dapat menyerap 50 tenaga kerja dari masyarakat sekitar, muncullah program pemberdayaan yang bisa terserap oleh dapur. Seperti adanya kebun buah, baik melon-kelengkeng-mangga dan lainnya, ada peternakan kambing juga dombanya, ada kolam ikan, bahkan peternakan jangkrik pun ada.&#8221;</p>
<p>Karena menurutnya usaha ternak jangkrik menguntungkan, dan berprotein tinggi.</p>
<p>&#8220;Adapun kambing maupun domba selain dimanfaatkan dagingnya juga kotorannya untuk pupuk sayuran dan buahan.&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Diutarakan bahwa dari program pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan produksi Widuri tersebut dapat menyerap banyak tenaga kerja, sekitar 150 orang dan pendapatannya sekitar 2 Juta perbulan.</p>
<p>Perlu diketahui kegiatan yang berlangsung mulai Kamis hingga Rabu, 11 &#8211; 17 September 2025 tersebut diikuti oleh 372 peserta terdiri dari 25 provinsi dan 104 Kabupaten/kota seluruh Indonesia.</p>
<p>Pada akhir kegiatan nantinya akan ditutup oleh Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar yang direncanakan hadir pada Rabu, 17 September 2025.</p>
<p>&#8220;Kehadiran beliau nantinya sebagai pamungkas kegiatan, juga secara resmi mengaktivasikan Satgas program pemberdayaan masyarakat untuk ekspansi pengembangan kawasan Widuri ke seluruh Indonesia.&#8221; pungkasnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/16/orientasi-visi-nasional-pemberdayaan-masyarakat.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[orientasi visi nasional pemberdayaan masyarakat]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/16/orientasi-visi-nasional-pemberdayaan-masyarakat-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[orientasi visi nasional pemberdayaan masyarakat]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>