oleh

10 Teratas Alexa Website Berita di Indonesia menggunakan AMP, Kenapa Tidak?

Cilacap.info – Bagi sebagian pengelola website, menggunakan AMP merupakan kerugian, karena akan menurunkan pendapatan iklan dari google adsense, Benarkah?.

Menilik google sendiri yaitu merupakan perusahaan raksasa internet di dunia, bahkan google ini merupakan mesin penelusuran nomer satu.

Dibanding mesin telusur yang lain, google masih menjadi mesin telusur teratas. Bahkan SEO (Search Engine Optimazation) ini tentu saja mengandalkan mesin telusur.

Bagaimana menjadikan artikel atau judul postingan pada suatu website yang dimiliki agar berada di halaman awal google dengan sesuai kata kunci yang di cari.

Tentunya hal diatas berkaitan dengan Teknik pengoptimalan SEO yang diterapkan oleh pemilik website di website nya.

Selain itu kecepatan website juga berpengaruh pada ke efektifan website yang dimiliki agar mempunyai performa baik.

Performa website yang baik dan kecepatan situs yang baik dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Sebaliknya, apabila sebuah website diakses begitu lama dan file yang dimiliki juga cukup berat, maka pengunjung tidak ingin lama-lama dan bahkan menutup browsernya atau kembali lagi cari informasi dari website yang lain.

Apalagi jika diakses menggunakan mobile smartphone android, jika lama untuk mengaksesnya maka pengunjung seolah berkurang.

Solusinya jika seperti itu ya menggunakan AMP Google, karena diketahui, pengguna smartphone android memang lebih banyak daripada yang lain.

Mereka mencari informasi di mesin telusur google lalu membuka judul yang mereka temukan. Selain itu, Meskipun sinyal jaringan internet teramat lambat, tapi setidaknya masih bisa dibuka oleh para pengunjung.

Ini keuntungannya memasang AMP (Accelerated Mobile Pages), setidaknya meskipun jaringan lambat, artikel bisa dibuka dan bisa dibaca oleh para pengunjung.

Berbeda lagi jika Websitenya lebih cepat daripada menggunakan AMP, pemilik website bisa tidak menggunakan AMP.

Cara menilik kecepatan website bisa dilihat di tool Page Speed Insight, Pingdom dan juga Gtmetrix.

Silahkan bandingkan URL versi non AMP dengan non AMP, cek juga kecepatan versi mobile di tool untuk mengecek kecepatan mobile.

Jika tidak lebih cepat dari AMP maka AMP adalah Solusi yang tepat bagi para pemilik website.

Perihal error di Webmaster seperti Search Console, maka diamati apa yang menyebabkan error tersebut. Jika yang menyebabkan error adalah gambar, memang benar gambar ini tidak boleh asal-asalan jika menggunakan AMP.

Tidak musti juga harus dengan 1200×700 misalnya, coba lihat bagaimana media-media berita mainstream arus utama. Mereka bahkan tidak menggunakan size image yang saya katakan diatas, karena mereka tahu, jika gambar lebih besar dari featured image dan isi maka juga akan terjadi error pada search console di versi mobile (non amp).

Menilik Media berita dijajaran 10 besar alexa rank yang kami temukan, mereka ini menggunakan AMP.

Tak hanya itu, Forum Kaskus, Kompasiana juga menggunakan AMP. Benarkah dengan AMP akan menurunkan penghasilan Adsense? ternyata tidak justru akan bertambah.

Buktinya media-media mainstream arus utama dari awal munculnya Project AMP mereka masih tetap menggunakannya.

Itu menunjukan mereka nyaman dengan AMP, ditambah pastinya situs mereka sangat berat dengan berjuta-juta pengunjung perharinya dan atau banyak pengunjung yang mengaksesnya secara bersama.

Ditambah mereka juga kan iklan popupnya banyak dan besar-besar, berat juga, jadi mereka mensiasati agar tidak kehilangan pembaca ya menggunakan AMP.

Sehingga apabila diakses via android yang ditemukan dari mesin penelusuran seperti google oleh banyak orang, artikel mereka ada dan ketika dibuka, hal itu tersampaikan kepada pembaca.

Mereka juga mensiasati artikel yang mereka buat yang biasanya panjang-panjang dengan memuat artikel di halaman berikutnya. Hal itu tidak lain agar pengunjung tahan berlama-lama di website mereka dengan membuat page navigation article, namun tak sedikit hal ini malah buat pembacanya benci.